Senin, 22 September 2008

T. Kemal Fasya : saya mengatakan bahwa gayo adalah sub-culture atau sub-etnik dari aceh, dan sama sekali tidak menggunakan kata-kata inferior, karena kata ini memiliki pemahaman yang negatif...untuk hal ini saya tidak memperdebatkan lagi apa yang winwannnur sampaikan...

Win Wan Nur : Saudara Kamal, terus terang sejauh ini sejak saya melakukan diskusi tentang antropologis di milis, diskusi dengan anda adalah yang paling menarik.

Sayangnya dalam banyak hal saya saya sangat sependapat dengan anda, jadi dalam banyak hal pula tidak akan banyak terjadi perdebatan yang menghidupkan diskusi ini.

Cuma dalam pernyataan di atas, saya agak kesulitan memahami maksud anda, karena itu saya butuh penjelasan yang agak terinci dari anda mengenai yang anda maksud dengan gayo adalah sub-culture atau sub-etnik dari Aceh itu seperti apa?...karena sejauh ini yang bisa saya pahami adalah anda menganggap Aceh itu sebagai sebuah Etnik dan Gayo sebagai Sub-nya.

Saya memahami pernyataan anda ini kurang lebih seperti Etnis Aceh sebagai Planet dan Etnis Gayo sebagai satelitnya. dengan pernyataan anda ini saya memahami kalau Aceh dan Gayo itu adalah dua etnis identik yang berasal dari akar yang sama dengan beberapa perbedaan kecil.
Kalau benar seperti ini, ya saya tidak sepakat dengan anda, karena secara Etnisitas Aceh dan Gayo itu sangat berbeda, kalau Gayo dikatakan Sub-Etnis Mon-Khmer, saya setuju.

Negatif atau positifnya konotasi sebuah kata, bagi saya itu hanya soal subjektifitas, menurut saya adalah tidak perlu untuk memperdebatkan mana konotasi yang lebih positif antara kata TIDAK SETARA dengan kata INFERIOR.

Yang jelas maksud saya menggunakan kata inferior di sana hanyalah untuk mempertegas penjelasan anda di e-mail sebelumnya yang mengatakan bahwa secara antropologis hubungan Aceh dan Gayo tidak lah setara, penggunaan kata INFERIOR saya pakai hanya untuk mempertegas pernyataan anda bahwa hubungan tidak setara itu adalah antara Aceh sebagai NATION dan Gayo sebagai SUKU, bukan antara Aceh sebagai SUKU dan Gayo juga sebagai SUKU. selebihnya saya sepakat dengan anda.

T. Kemal Fasya : Keberatan saya cuma kita ia dianggap sebagai nation, di-nationalized, dinasionalismekan, atau apa pun yang dalam pandangan lain itu dianggap pernah ada... adakah yang disebut sebagai bangsa gayo? seperti adakah yang disebut sebagai bangsa aceh? kecuali pemahaman ini dipakai dalam perspektif politik.... Jika dari perspektif politik, mah, tak perlu diomongkan lagi...everything is possible in politic, namun yang sedang kita acu adalah dari konsep antropo-sosiologis.... atau yang terkait dengan kajian ethnicity dan relasinya dengan nation. Winwannur juga telah membuat penegasan tentang itu.

Win Wan Nur : Saya sangat sepakat dengan anda bahwa pe-nationalized-an Gayo memang terlalu mengada-ada, penyebabnya sudah saya jelaskan di e-mail saya sebelumnya. Tentang perspektif politik, ketika menulis tentang asal-usul Gayo ini saya memang sebisa mungkin menetralkan pendapat saya dari perspektif politik.

T. Kemal Fasya : Tapi satu hal, konteks sosiobiologis (ras, etnik, klan, marga) itu juga sama pengaruhnya dengan konsep bentukan seperti nation, politik, konstruksi identitas lainnya. Kita tak dapat nafikan ada yang disebut sebagai Asian values, sesuatu yang pernah diomongkan Lie Kuan Yuew. atau yang disebut dengan etos China, etos Jawa, budaya Aceh, dsb. menjadi China, meskipun ia juga menjadi politik identitas, pada awalnya juga berangkat dari faktor genetik...itu tak dapat dipungkiri....Sifat-sifat saya, meskipun saya telah mengalami proses sosialisasi dan pembelajaran dengan lingkungan baru, dalam banyak hal juga menurunkan genetik dari orang tua saya, terus ke budaya aceh besar dan persilangan dengan budaya pasee, dsb, dst.

Win Wan Nur : Mengenai hal inipun saya sangat sependapat dengan anda, tapi soal politik identitas yang berangkat dari faktor genetik saya sedikit kurang sependapat dengan anda kalau itu dijadikan acuan global. Dulu sampai masa-masa akhir kolonialisme politik identitas yang berangkat dari faktor genetik memang sangat dominan, tapi seiring dengan semakin mudahnya perpindahan manusia dari satu tempat ke tempat lain, perlahan-lahan fenomena ini semakin menurun.

Memang kita ketahui ada beberapa etnik di dunia yang sangat kuat memegang identitas yang berkaitan dengan genetik, salah satu yang paling kuat dengan itu seperti kata anda adalah Cina, tapi meskipun cina sangat Rasis tapi saya melihat sifat itu ada dalam diri orang Cina bukanlah karena pengaruh GENETIK mereka yang Cina. Tapi sifat rasis dan nepotis orang cina itu muncul akibat orang Cina yang tinggal di manapun juga di planet ini apapun agamanya tetap sangat kuat menganut ajaran Kong Hu Cu.

Karena itu saya yakin biarpun ada anak cina yang secara genetik 100% cina, tapi dari lahir diadopsi oleh orang Gayo dan dari kecil tidak pernah diberitahu kalau dia Cina, dan tidak pernah berhubungan dengan Cina lain tidak pernah bersentuhan dengan nilai-nilai ke-cina-an, saya jamin 100% juga, anak ini pasti akan jadi Gayo secara identitas, sama sekali tidak ada cina-cinanya.

T. Kemal Fasya : Saat saya di Singapore kemarin saya melihat ada aspek bawaan dari ras tamil yang berbeda misalnya dengan ras china... meskipun kata-kata saya ini akan diserang dengan sebutan sterotipe, tapi saya lihat dan alami sendiri...orang tamil cenderung sok tahu.Mereka tak akan pernah menjawab tidak tahu, meskipun apa yang saya tanyakan mereka tak tahu betul... jadinya saya sempat mutar-mutar, ketika mereka mengatakan tentang hotel murah ada di sana, atau di sono, dsb...Orang china cenderung jujur, mereka langsung bilang, i'm not very sure where is it...dsb atau menunjukki jalan dengan pasti ketika mereka tahu tentang sesuatu.... mungkin itu china dan tamil singapore ya, mungkin beda kali dengan china daratan atau tamil di tamil nadu.
Win Wan Nur : Lagi-lagi saya setuju dengan anda, dulu juga saya pernah membahas panjang lebar tentang kecenderungan oarang jawa yang bermental Abdi dalem, tapi selalu pula saya katakan yang menyebabkan munculnya karakter seperti itu bukanlah faktor GENETIK, tapi lingkungan, yang berkaitan dengan pola asuh dan pola prestise yang ditanamkan dan kemudian diamalkan oleh yang bersangkutan.

Di Aceh juga banyak keturunan Tamil, salah satunya teman saya sendiri yang biasa kami panggil Wan Tambi, anak Pertanian Unsyiah angkatan 93. Wan Tambi, kalau di test DNA, secara genetik pasti sangat dekat dengan Tamil di Singapura yang anda temui. Tapi meskipun secara genetik sama tapi karakter mereka sangat berbeda. Wan Tambi teman saya ini sangat jujur dan setia kawan serta sama sekali tidak pelit dan culas seperti stereotip orang Tamil pada umumnya. Itu terjadi karena pola asuh dan pola prestise yang ditanamkan dan kemudian diamalkan oleh orang Tamil di Singapura dan Wan Tambi di Aceh sangat berbeda.

T. Kemal Fasya : karena aspek sosio-biologis ini pulalah lahir ilmu kayak antropologi, yang secara tekun melihat karakter, kebudayaan unik yang dibawa oleh ras atau etnik tertentu...

Win Wan Nur : Benar antropologi lahir dari perbedaan aspek sosio-biologis, tapi sosio-biologis berhubungan dengan antropologi hanya ketika sosio-biologis dikaitkan dengan faktor luar di tempat etnik yang menjadi objek penelitian antropologi itu tinggal, faktor itu seperti posisi geografis, curah hujan, topografi, jenis hewan yang tinggal di lingkungan itu dan lain-lain, kesemua inilah yang mempengaruhi karakter dan perilaku etnik tertentu. Bukan DNA.

Bukti tidak relevannya faktor genetik dikaitkan dengan karakter dan perilaku seperti yang anda lihat dalam perbedaan antara etnik Cina dan Tamil di Singapura beberapa waktu yang lalu bisa kita lihat dengan jelas di Vietnam. Kebetulan beberapa tahun yang lalu saya pernah ke sana dan kenal beberapa orangnya.

Di negara yang melintang dari Utara ke Selatan ini, secara GENETIK orang yang tinggal di Vietnam Utara dan yang tinggal di Vietnam Selatan adalah IDENTIK, tapi kenapa orang selatan cenderung santai, pemalas dan tidak terorganisir sedangkan orang Vietnam Utara gigih dan giat bekerja serta hidupnya sangat terorganisir.

Jawabnya karena faktor LETAK GEOGRAFIS. Vietnam Utara yang secara geografis letaknya jauh dari khatulistiwa memiliki empat musim, perilaku dan karakter mereka adalah karakter dan perilaku orang yang tinggal di daerah dengan empat musim. Musim semi dan musim panas mereka harus giat bekerja untuk bisa menyimpan cadangan makanan dan kayu bakar untuk musim dingin, pakaian juga demikian, rumah dan lain-lain, semua harus mereka persiapkan dengan baik untuk mengantisipasi setiap perubahan musim. Kalau ingin survive mereka tidak boleh santai.

Sebaliknya orang Vietnam Selatan, di selatan matahari bersinar sepanjang tahun, kalau tidak menanam padi hari ini, masih ada hari esok, takkan lari gunung dikejar. Lingkungan yang memanjakan ini membuat orang Vietnam Selatan terbentuk menjadi pribadi yang santai, tidak ngoyo dan tidak terorganisir, toh tanpa perlu terorganisirpun mereka bisa survive.
Jadi jelas, ketika anda katakan ada aspek bawaan dari ras tamil yang berbeda misalnya dengan ras china...orang tamil cenderung sok tahu...Orang china cenderung jujur, itu semua adalah perilaku yang disebabkan oleh faktor lingkungan, bukan RAS bukan GENETIK.

Karakter-karakter yang anda sebutkan itu itu timbul karena perbedaan cara dalam mempertahankan diri (survive) di masing-masing etnis itu. bervariasinya cara survive ini ada kaitannya dengan letak geografis seperti yang saya contohkan pada negara Vietnam tadi dan juga tidak bisa dilepaskan kaitannya dengan sejarah masing-masing etnik itu di masa lalu. Faktor sejarah ini menciptakan kesadaran kolektif dalam diri masing-masing etnis tersebut , tapi tentu saja ini hanya berlaku kalau orang dengan etnis tertentu itu tetap bergabung dalam etnisnya, bukan anak Cina yang diadopsi orang Gayo atau Wan Tambi orang Tamil yang lahir dan besar di Aceh.

Kenapa karakter anak Cina yang diadopsi orang Gayo atau Wan Tambi berbeda dengan Cina dan orang Tamil di Singapura?...itu karena baik anak Cina yang diadopsi orang Gayo maupun Wan Tambi, terputus dengan sejarah masa lalu etnisnya sehingga dalam diri mereka tidak muncul kesadaran kolektif sebagai Etnis Cina atau Etnis Tamil.

Karena itu pasti ada sedikit beda antara karakter China dan tamil singapore ya, dengan china daratan atau tamil di tamil nadu, seperti yang anda katakan tapi tetap ada benang merahnya selama mereka tetap memiliki kesadaran kolektif sebagai Cina atau Tamil. Tapi tidak dengan anak Cina yang diadopsi orang Gayo atau Wan Tambi orang Tamil yang lahir dan besar di Aceh.
Bukti lain yang bisa saya tunjukkan dengan mengamati karakter tiga orang yang secara genetik berdarah Portugal, dari tiga orang yang saya amati ini dua orang saya kenal dengan baik melalui berita-berita dan tontonan di layar Kaca sementara mereka berdua tidak mengenal saya dan satu orang lagi salah satu sahabat terbaik saya. Mereka adalah :

1. Cristiano Ronaldo Gelandang Serang Timnas Portugal di Euro 2008, lahir dan besar di Medeira salah satu pulau di bawah administrasi Portugal.
2. luis Figo, Gelandang serang Timnas Portugal di world cup 2002, lahir dan besar di Portugal.
3. M. Tajuddin Gelandang Serang Timnas Kimia 92 di Piston Cup 1996, Lahir dan Besar di Lamno, yang saat ini termasuk Wilayah Administrasi Aceh Jaya.

Ketiga orang ini secara genetik adalah bule, orang Portugis. Di antara tiga nama ini kita dengan mudah bisa melihat ada banyak kemiripan karakter antara perilaku Cristiano Ronaldo dan Luis Figo karena keduanya lahir dan besar dalam kultur, tata nilai dan pola prestise Portugal. Tapi karakter mereka berdua dengan mudah bisa kita bedakan dengan karakter orang ketiga yang bernama M. Tajuddin yang lahir dan besar di Lamno, padahal ketiganya secara genetik adalah orang Portugis dan ketiganya juga pemain Bola bahkan ketika bermain bolapun ketiganya bermain di posisi yang sama pula. Tapi kesamaan-kesamaan itu tidak membuat ketiganya memiliki karakter dan perilaku yang sama.

Begitulah kira-kira penjelasan saya tentang tidak relevannya mengaitkan sikap dan perilaku dengan faktor genetik.

T. Kemal Fasya : Nation bagi saya sama dengan agama atau keyakinan, sebuah nilai yang dibentuk kemudian, yang tak ada hubungannya dengan genetis, atau keturunan. Ia adalah nilai-nilai yang akan beroperasi ketika diyakini, dan berlaku sebaliknya. dalam beberapa tingkat, irasionalisme nation sama dengan aspek asketik agama.

Win Wan Nur : Nah di sini saya 100% sepakat dengan anda.


1 komentar:

Rasheeda Muhammad mengatakan...

Halo, saya Rasheeda Muhammad dari Indonesia, dan saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk memperingatkan semua orang di sini untuk berhati-hati dari semua pemberi pinjaman pinjaman yang menimbulkan menjadi nyata. Mereka semua penipuan dan palsu dan niat mereka adalah untuk merobek Anda dari uang Anda sulit diperoleh. Saya telah menjadi korban pinjaman perusahaan ini tetapi tidak ada yang mampu memberikan pinjaman saya mencari sampai aku datang di Ibu Amanda Amanda Badan Kredit. Dia menawarkan saya pinjaman pada tingkat bunga yang terjangkau dari 2% dengan hanya beberapa formalitas dan requirements.After saya bertemu dengan persyaratan dan kondisi perusahaan, pinjaman saya disetujui dan saya sangat mengejutkan, itu ditransfer ke rekening bank saya dalam waktu kurang dari 24 jam. Anda dapat menghubungi Ibu Amanda melalui emailnya amandaloan@qualityservice.com dan Anda juga dapat menghubungi saya di rasheedamuhammad10@gmail.com saya email saya hanya bersaksi Ibu Amanda akan baik dan bantuan yang diberikan kepada dia saya dan keluarga saya dan saya juga ingin Anda menjadi penerima manfaat dari tawaran pinjaman nya.