Senin, 27 Oktober 2008

Taksi Kuning dan Cewek Jepang

Dalam perjalanan dari Bali ke Yogya untuk menjemput dan menemani rombongan turis klienku di bulan Ramadhan yang lalu. Dalam pesawat aku bertemu dua orang turis, cewek asal Jepang yang duduk sebangku denganku.

Kehadiran mereka berdua lumayan menyegarkan pandangan di dalam kabin pesawat, secara pesawat Garuda Indonesia Airways, maskapai penerbangan tertua dan kebanggaan Indonesia yang kutumpangi ini yang menganut kebijakan mempekerjakan pramugari dengan tingkat profesionalitas dan pengalaman tinggi. Yang berarti umurnya juga sudah tinggi dan tidak segar lagi serta sudah kurang menarik secara estetika bentuk.

Kedua gadis Jepang yang bernama Erika dan Aiko ini, keduanya bekerja sebagai perawat di Kobe, sebuah kota Jepang. Ketika duduk di sebelahku keduanya hanya meminta maaf dengan gaya kaku khas Jepang dan langsung diam. Karena rata-rata cewek Jepang memang minderan, tidak ada inisiatif dari mereka untuk mengajakku ngobrol. Melihat situasi seperti itu, akulah yang langsung berinisiatif duluan mengajak ngobrol.

Sebagaimana umumnya orang Jepang, Erika dan Aiko tidak fasih berbahasa apapun kecuali bahasa Jepang. Tapi mereka senang sekali kalau ada orang lain yang mengajak mereka ngobrol, meskipun ngobrolnya lebih banyak menggunakan bahasa tubuh dan gambar. Kalau aku tidak mengerti penjelasan mereka, aku menyodorkan notes dan pensil yang selalu kubawa di setiap perjalanan.

Mengobrol dengan dua gadis jepang ini sangat menyenangkan. Antusiasme yang mereka tunjukkan terutama kalau ucapanku menyenangkan mereka, juga ekspresi-ekspresi spontan khas jepang yang mereka tunjukkan, sangat menggemaskan. Sehingga akupun otomatis jadi semakin termotivasi membuat mereka senang.

Misalnya ketika aku menanyakan umur, mereka menyuruhku menebak. Menghadapi situasi seperti ini aku langsung teringat sebuah jurus ampuh yang diajarkan oleh 'Kadal', teman lamaku di Leuser dulu. Seorang womanizer legendaris di organisasi pecinta alam kami.

Aku ingat, dulu Kadal pernah mengajariku begini " Win...tiap kali ada cewek yang nyuruh kee nebak namanya, jangan pernah kee tebak lebih tua, usahakan selalu kee tebak lebih muda dari yang kee perkirakan". Kata Kadal padaku suatu waktu.

Jurus yang diajarkan Kadal ini benar-benar aku ingat dan selalu aku praktekkan bahkan mungkin sudah mendarah daging daging dalam diriku. Setiap kali ada perempuan menyuruh menebak namanya selalu kusebut angka yang lebih kecil dari perkiraanku. Sehingga ketika dua gadis Jepang yang cantik yang duduk tepat di sampingku ini memintaku menebak umurnya yang kuperkirakan antara 21 sampai 23 tahun. Otomatis tanpa berpikir aku langsung menyebut angka 18.

Tebakanku itu langsung mendapat reaksi spontan yang menyenangkan dari mereka berdua, wajah mereka berdua langsung sumringah sambil bertepuk tangan, bahkan aku hampir mereka peluk saking gembiranya. Kemudian dengan antusias pula mereka mengatakan kalau umur mereka sebenarnya 22 tahun. Tepat seperti dugaanku. Sejak saat itu obrolan kamipun semakin lancar.

Antusiasme dan keramahan dua gadis Jepang ini mengingatkanku pada masa-masa aku masih sering berpergian sendirian ke mana-mana dulu. Mereka mengingatkanku pada sebuah 'istilah' yang beredar di kalangan kami kaum 'back packers' yang ditujukan pada cewek-cewek Jepang. 'Yellow Cab', yang artinya 'Taksi Kuning' seperti yang sering kita lihat di film-film yang menjadikan New York sebagai latar belakang. 'Taksi Kuning' maksudnya siapa saja boleh naik. Panggilan itu menggambarkan betapa mudahnya menaklukkan Gadis Jepang.

Cewek-cewek Jepang terkenal di kalangan back packer sebagai cewek-cewek yang paling mudah ditaklukkan. Mereka begitu mudah ditaklukkan karena cowok-cowok Jepang memang terkenal kasar, kaku dan sama sekali tidak romantis. Di Jepang, perempuan lebih khusus lagi Istri biasanya diperlakukan sangat buruk. Bahkan di zaman dulu dan beberapa masih tetap terjadi di zaman sekarang. Seorang suami yang mengajak Geisha ke rumahnya harus dilayani dengan baik oleh istrinya. Suami dan Geisha itu bersenang-senang si Istri menyediakan teh, pakaian kering lengkap dengan air hangat untuk mandi.

Ketika kutanyakan hal itu kepada kedua gadis ini mereka juga membenarkan. Tapi menurut mereka, kalau mencari suami mereka tetap ingin mendapatkan suami orang Jepang. Alasannya mereka tidak terbiasa dengan budaya di luar Jepang dan hanya bahasa Jepang yang mereka kuasai. Ketika kutanyakan bagaimana kalau nantinya suami mereka suka ke Geisha. Erika menjawab "biar saja asal tidak dibawa ke rumah".

"Damn!...kalau saja aku belum menikah", pikirku.

Obrolan kami terus berlanjut, sampai ke berapa penghasilan mereka di Jepang dan berapa biaya yang mereka keluarkan untuk perjalanan ini. Dan dari penuturan mereka, gaji mereka di Jepang pasti akan membuat iri perawat manapun di negeri ini. 190.000 Yen per bulan, setara dengan 1900 USD alias 19 juta rupiah. Biaya yang sama juga mereka keluarkan untuk berlibur selama seminggu dengan menginap di hotel-hotel berbintang lima di Pulau Bali.

Selama perjalanan, obrolan kami semakin seru. Hanya sayangnya penerbangan Bali- Yogya ini hanyalah penerbangan jarak pendek, sekitar 1 jam 15 Menit kami sudah sampai di Bandara Yogya.

Saat pesawat mendarat kami saling bertukar e-mail. Aku memberikan kartu namaku. Lalu saat turun kami berpisah mereka yang sorenya langsung pulang ke Bali, di bandara dijemput oleh tur operator mereka di Yogya. Lalu langsung menuju ke Prambanan dan Borobudur. Sementara aku yang harus menunggu selama 2 Jam lagi sampai Malaysian airlines yang membawa rombongan turis klienku tiba. Dijemput oleh seorang sepupuku yang kuliah di Yogya dan langsung ke warnet untuk membaca beberapa e-mail dan memposting beberapa tulisan ke milis.

Wassalam

Win Wan Nur

12 komentar:

Sinta Tiara Rini mengatakan...

Topik yang menarik... ternyata pakem bahwa wanita adalah kelas dua tidak hanya menjadi steorotipe peradaban Islam, tetapi juga negeri Matahari Terbit.

Regs,

dadee mengatakan...

bung jangan sebut anda sebagai backpacker dong.gak malu pa sama avgustin. cari tahu lagi apa itu arti backpacker.anyway,tulisan anda bagus.

Boss Achmad bin Umar Basalamah mengatakan...

Sinta Tiara Rini mengatakan...
Topik yang menarik... ternyata pakem bahwa wanita adalah kelas dua tidak hanya menjadi steorotipe peradaban Islam, tetapi juga negeri Matahari Terbit.

tolong dibaca ya mbak Sinta Tiara Rini....

sumber: http://forum.detik.com/showthread.php?t=97805

“Mitos Kartini dan Rekayasa Sejarah”
Mengapa setiap 21 April kita memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan?

Oleh: Adian Husaini

Ada yang menarik pada Jurnal Islamia (INSISTS-Republika) edisi 9 April 2009 lalu. Dari empat halaman jurnal berbentuk koran yang membahas tema utama tentang Kesetaraan Gender, ada tulisan sejarawan Persis Tiar Anwar Bahtiar tentang Kartini. Judulnya: “Mengapa Harus Kartini?”

Sejarawan yang menamatkan magister bidang sejarah di Universitas Indonesia ini mempertanyakan: Mengapa Harus Kartini? Mengapa setiap 21 April bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini? Apakah tidak ada wanita Indonesia lain yang lebih layak ditokohkan dan diteladani dibandingkan Kartini?

Menyongsong tanggal 21 April 2009 kali ini, sangatlah relevan untuk membaca dan merenungkan artikel yang ditulis oleh Tiar Anwar Bahtiar tersebut. Tentu saja, pertanyaan bernada gugatan seperti itu bukan pertama kali dilontarkan sejarawan. Pada tahun 1970-an, di saat kuat-kuatnya pemerintahan Orde Baru, guru besar Universitas Indonesia, Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar pernah menggugat masalah ini. Ia mengkritik 'pengkultusan' R.A. Kartini sebagai pahlawan nasional Indonesia.

Dalam buku Satu Abad Kartini (1879-1979), (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1990, cetakan ke-4), Harsja W. Bahtiar menulis sebuah artikel berjudul “Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita”. Tulisan ini bernada gugatan terhadap penokohan Kartini. “Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut,” tulis Harsja W. Bachtiar, yang menamatkan doktor sosiologinya di Harvard University.

Harsja juga menggugat dengan halus, mengapa harus Kartini yang dijadikan sebagai simbol kemajuan wanita Indonesia. Ia menunjuk dua sosok wanita yang hebat dalam sejarah Indonesia. Pertama, Sultanah Seri Ratu Tajul Alam Safiatuddin Johan Berdaulat dari Aceh dan kedua, Siti Aisyah We Tenriolle dari Sulawesi Selatan. Anehnya, tulis Harsja, dua wanita itu tidak masuk dalam buku Sejarah Setengah Abad Pergerakan Wanita Indonesia (Jakarta: Balai Pustaka, 1978), terbitan resmi Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Tentu saja Kartini masuk dalam buku tersebut.

Padahal, papar Harsja, kehebatan dua wanita itu sangat luar biasa. Sultanah Safiatudin dikenal sebagai sosok yang sangat pintar dan aktif mengembangkan ilmu pengatetahuan. Selain bahasa Aceh dan Melayu, dia menguasai bahasa Arab, Persia, Spanyol dan Urdu. Di masa pemerintahannya, ilmu dan kesusastraan berkembang pesat. Ketika itulah lahir karya-karya besar dari Nuruddin ar-Raniry, Hamzah Fansuri, dan Abdur Rauf. Ia juga berhasil menampik usaha-usaha Belanda untuk menempatkan diri di daerah Aceh. VOC pun tidak berhasil memperoleh monopoli atas perdagangan timah dan komoditi lainnya. Sultanah memerintah Aceh cukup lama, yaitu 1644-1675. Ia dikenal sangat memajukan pendidikan, baik untuk pria maupun untuk wanita.

Tokoh wanita kedua yang disebut Harsja Bachriar adalah Siti Aisyah We Tenriolle. Wanita ini bukan hanya dikenal ahli dalam pemerintahan, tetapi juga mahir dalam kesusastraan. B.F. Matthes, orang Belanda yang ahli sejarah Sulawesi Selatan, mengaku mendapat manfaat besar dari sebuah epos La-Galigo, yang mencakup lebih dari 7.000 halaman folio. Ikhtisar epos besar itu dibuat sendiri oleh We Tenriolle. Pada tahun 1908, wanita ini mendirikan sekolah pertama di Tanette, tempat pendidikan modern pertama yang dibuka baik untuk anak-anak pria maupun untuk wanita.

Penelusuran Prof. Harsja W. Bachtiar terhadap penokohan Kartini akhirnya menemukan kenyataan, bahwa Kartini memang dipilih oleh orang Belanda untuk ditampilkan ke depan sebagai pendekar kemajuan wanita pribumi di Indonesia. Mula-mula Kartini bergaul dengan Asisten-Residen Ovink suami istri. Adalah Cristiaan Snouck Hurgronje, penasehat pemerintah Hindia Belanda, yang mendorong J.H. Abendanon, Direktur Departemen Pendidikan, Agama dan Kerajinan, agar memberikan perhatian pada Kartini tiga bersaudara.

Harsja menulis tentang kisah ini: “Abendanon mengunjungi mereka dan kemudian menjadi semacam sponsor bagi Kartini. Kartini berkenalan dengan Hilda de Booy-Boissevain, istri ajudan Gubernur Jendral, pada suatu resepsi di Istana Bogor, suatu pertemuan yang sangat mengesankan kedua belah pihak.”

Ringkasnya, Kartini kemudian berkenalan dengan Estella Zeehandelaar, seorang wanita aktivis gerakan Sociaal Democratische Arbeiderspartij (SDAP). Wanita Belanda ini kemudian mengenalkan Kartini pada berbagai ide modern, terutama mengenai perjuangan wanita dan sosialisme. Tokoh sosialisme H.H. van Kol dan penganjur “Haluan Etika” C.Th. van Deventer adalah orang-orang yang menampilkan Kartini sebagai pendekar wanita Indonesia.

Lebih dari enam tahun setelah Kartini wafat pada umur 25 tahun, pada tahun 1911, Abendanon menerbitkan kumpulan surat-surat Kartini dengan judul Door Duisternis tot Lich. Kemudian terbit juga edisi bahasa Inggrisnya dengan judul Letters of a Javaness Princess. Beberapa tahun kemudian, terbit terjemahan dalam bahasa Indonesia dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran (1922).

Dua tahun setelah penerbitan buku Kartini, Hilda de Booy-Boissevain mengadakan prakarsa pengumpulan dana yang memungkinkan pembiayaan sejumlah sekolah di Jawa Tengah. Tanggal 27 Juni 1913, didirikan Komite Kartini Fonds, yang diketuai C.Th. van Deventer. Usaha pengumpulan dana ini lebih memperkenalkan nama Kartini, serta ide-idenya pada orang-orang di Belanda. Harsja Bachtriar kemudian mencatat: “Orang-orang Indonesia di luar lingkungan terbatas Kartini sendiri, dalam masa kehidupan Kartini hampir tidak mengenal Kartini dan mungkin tidak akan mengenal Kartini bilamana orang-orang Belanda ini tidak menampilkan Kartini ke depan dalam tulisan-tulisan, percakapan-percakapan maupun tindakan-tindakan mereka.”

Karena itulah, simpul guru besar UI tersebut: “Kita mengambil alih Kartini sebagai lambang emansipasi wanita di Indonesia dari orang-orang Belanda. Kita tidak mencipta sendiri lambang budaya ini, meskipun kemudian kitalah yang mengembangkannya lebih lanjut.”

Harsja mengimbau agar informasi tentang wanita-wanita Indonesia yang hebat-hebat dibuka seluas-luasnya, sehingga menjadi pengetahuan suri tauladan banyak orang. Ia secara halus berusaha meruntuhkan mitos Kartini: “Dan, bilamana ternyata bahwa dalam berbagai hal wanita-wanita ini lebih mulia, lebih berjasa daripada R.A. Kartini, kita harus berbangga bahwa wanita-wanita kita lebih hebat daripada dikira sebelumnya, tanpa memperkecil penghargaan kita pada RA Kartini.”

(lanjutan)

Dalam artikelnya di Jurnal Islamia (INSISTS-Republika, 9/4/2009), Tiar Anwar Bahtiar juga menyebut sejumlah sosok wanita yang sangat layak dimunculkan, seperti Dewi Sartika di Bandung dan Rohana Kudus di Padang (kemudian pindah ke Medan). Dua wanita ini pikiran-pikirannya memang tidak sengaja dipublikasikan. Tapi yang mereka lakukan lebih dari yang dilakukan Kartini. Berikut ini paparan tentang dua sosok wanita itu, sebagaimana dikutip dari artikel Tiar Bahtiar.

Dewi Sartika (1884-1947) bukan hanya berwacana tentang pendidikan kaum wanita. Ia bahkan berhasil mendirikan sekolah yang belakangan dinamakan Sakola Kautamaan Istri (1910) yang berdiri di berbagai tempat di Bandung dan luar Bandung. Rohana Kudus (1884-1972) melakukan hal yang sama di kampung halamannya. Selain mendirikan Sekolah Kerajinan Amal Setia (1911) dan Rohana School (1916), Rohana Kudus bahkan menjadi jurnalis sejak di Koto Gadang sampai saat ia mengungsi ke Medan. Ia tercatat sebagai jurnalis wanita pertama di negeri ini.

Kalau Kartini hanya menyampaikan ide-idenya dalam surat, mereka sudah lebih jauh melangkah: mewujudkan ide-ide dalam tindakan nyata. Jika Kartini dikenalkan oleh Abendanon yang berinisiatif menerbitkan surat-suratnya, Rohana menyebarkan idenya secara langsung melalui koran-koran yang ia terbitkan sendiri sejak dari Sunting Melayu (Koto Gadang, 1912), Wanita Bergerak (Padang), Radio (padang), hingga Cahaya Sumatera (Medan).

Bahkan kalau melirik kisah-kisah Cut Nyak Dien, Tengku Fakinah, Cut Mutia, Pecut Baren, Pocut Meurah Intan, dan Cutpo Fatimah dari Aceh, klaim-klaim keterbelakangan kaum wanita di negeri pada masa Kartini hidup ini harus segera digugurkan. Mereka adalah wanita-wanita hebat yang turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Aceh dari serangan Belanda. Tengku Fakinah, selain ikut berperang juga adalah seorang ulama-wanita. Di Aceh, kisah wanita ikut berperang atau menjadi pemimpin pasukan perang bukan sesuatu yang aneh. Bahkan jauh-jauh hari sebelum era Cut Nyak Dien dan sebelum Belanda datang ke Indonesia, Kerajaan Aceh sudah memiliki Panglima Angkatan Laut wanita pertama, yakni Malahayati.

Jadi, ada baiknya bangsa Indonesia bisa berpikir lebih jernih: Mengapa Kartini? Mengapa bukan Rohana Kudus? Mengapa bukan Cut Nyak Dien? Mengapa Abendanon memilih Kartini? Dan mengapa kemudian bangsa Indonesia juga mengikuti kebijakan itu? Cut Nyak Dien tidak pernah mau tunduk kepada Belanda. Ia tidak pernah menyerah dan berhenti menentang penjajahan Belanda atas negeri ini.

Meskipun aktif berkiprah di tengah masyarakat, Rohana Kudus juga memiliki visi keislaman yang tegas. “Perputaran zaman tidak akan pernah membuat wanita menyamai laki-laki. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah wanita harus mendapat pendidikan dan perlakukan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan,” begitu kata Rohana Kudus.

Seperti diungkapkan oleh Prof. Harsja W. Bachtiar dan Tiar Anwar Bahtiar, penokohan Kartini tidak terlepas dari peran Belanda. Harsja W. Bachtiar bahkan menyinggung nama Snouck Hurgronje dalam rangkaian penokohan Kartini oleh Abendanon. Padahal, Snouck adalah seorang orientalis Belanda yang memiliki kebijakan sistematis untuk meminggirkan Islam dari bumi Nusantara. Pakar sejarah Melayu, Prof. Naquib al-Attas sudah lama mengingatkan adanya upaya yang sistematis dari orientalis Belanda untuk memperkecil peran Islam dalam sejarah Kepulauan Nusantara.

Dalam bukunya, Islam dalam Sejarah dan Kebudayaan Melayu ((Bandung: Mizan, 1990, cet. Ke-4), Prof. Naquib al-Attas menulis tentang masalah ini:

“Kecenderungan ke arah memperkecil peranan Islam dalam sejarah Kepulauan ini, sudah nyata pula, misalnya dalam tulisan-tulisan Snouck Hurgronje pada akhir abad yang lalu. Kemudian hampir semua sarjana-sarjana yang menulis selepas Hurgronje telah terpengaruh kesan pemikirannya yang meluas dan mendalam di kalangan mereka, sehingga tidak mengherankan sekiranya pengaruh itu masih berlaku sampai dewasa ini.”

Apa hubungan Kartini dengan Snouck Hurgronje? Dalam sejumlah suratnya kepada Ny. Abendanon, Kartini memang beberapa kali menyebut nama Snouck. Tampaknya, Kartini memandang orientalis-kolonialis Balanda itu sebagai orang hebat yang sangat pakar dalam soal Islam. Dalam suratnya kepada Ny. Abendanon tertanggal 18 Februari 1902, Kartini menulis:

”Salam, Bidadariku yang manis dan baik!... Masih ada lagi suatu permintaan penting yang hendak saya ajukan kepada Nyonya. Apabila Nyonya bertemu dengan teman Nyonya Dr. Snouck Hurgronje, sudikah Nyonya bertanya kepada beliau tentang hal berikut: ”Apakah dalam agama Islam juga ada hukum akil balig seperti yang terdapat dalam undang-undang bangsa Barat?” Ataukah sebaiknya saya memberanikan diri langsung bertanya kepada beliau? Saya ingin sekali mengetahui sesuatu tentang hak dan kewajiban perempuan Islam serta anak perempuannya.” (Lihat, buku Kartini: Surat-surat kepada Ny. R.M. Abendanon-Mandri dan Suaminya, (penerjemah: Sulastin Sutrisno), (Jakarta: Penerbit Djambatan, 2000), hal. 234-235).

Melalui bukunya, Snouck Hurgronje en Islam (Diindonesiakan oleh Girimukti Pusaka, dengan judul Snouck Hurgronje dan Islam, tahun 1989), P.SJ. Van Koningsveld memaparkan sosok dan kiprah Snouck Hurgronje dalam upaya membantu penjajah Belanda untuk ’menaklukkan Islam’. Mengikuti jejak orientalis Yahudi, Ignaz Goldziher, yang menjadi murid para Syaikh al-Azhar Kairo, Snouck sampai merasa perlu untuk menyatakan diri sebagai seorang muslim (1885) dan mengganti nama menjadi Abdul Ghaffar. Dengan itu dia bisa diterima menjadi murid para ulama Mekkah. Posisi dan pengalaman ini nantinya memudahkan langkah Snouck dalam menembus daerah-daerah Muslim di berbagai wilayah di Indonesia.

Menurut Van Koningsveld, pemerintah kolonial mengerti benar sepak terjang Snouck dalam ’penyamarannya’ sebagai Muslim. Snouck dianggap oleh banyak kaum Muslim di Nusantara ini sebagai ’ulama’. Bahkan ada yang menyebutnya sebagai ”Mufti Hindia Belanda’. Juga ada yang memanggilnya ”Syaikhul Islam Jawa”. Padahal, Snouck sendiri menulis tentang Islam: ”Sesungguhnya agama ini meskipun cocok untuk membiasakan ketertiban kepada orang-orang biadab, tetapi tidak dapat berdamai dengan peradaban modern, kecuali dengan suatu perubahan radikal, namun tidak sesuatu pun memberi kita hak untuk mengharapkannya.” (hal. 116).

Snouck Hurgronje (lahir: 1857) adalah adviseur pada Kantoor voor Inlandsche zaken pada periode 1899-1906. Kantor inilah yang bertugas memberikan nasehat kepada pemerintah kolonial dalam masalah pribumi. Dalam bukunya, Politik Islam Hindia Belanda, (Jakarta: LP3ES, 1985), Dr. Aqib Suminto mengupas panjang lebar pemikiran dan nasehat-nasehat Snouck Hurgronje kepada pemerintah kolonial Belanda. Salah satu strateginya, adalah melakukan ‘pembaratan’ kaum elite pribumi melalui dunia pendidikan, sehingga mereka jauh dari Islam. Menurut Snouck, lapisan pribumi yang berkebudayaan lebih tinggi relatif jauh dari pengaruh Islam. Sedangkan pengaruh Barat yang mereka miliki akan mempermudah mempertemukannya dengan pemerintahan Eropa. Snouck optimis, rakyat banyak akan mengikuti jejak pemimpin tradisional mereka. Menurutnya, Islam Indonesia akan mengalami kekalahan akhir melalui asosiasi pemeluk agama ini ke dalam kebudayaan Belanda. Dalam perlombaan bersaing melawan Islam bisa dipastikan bahwa asosiasi kebudayaan yang ditopang oleh pendidikan Barat akan keluar sebagai pemenangnya. Apalagi, jika didukung oleh kristenisasi dan pemanfaatan adat. (hal. 43).

Aqib Suminto mengupas beberapa strategi Snouck Hurgronje dalam menaklukkan Islam di Indonesia: “Terhadap daerah yang Islamnya kuat semacam Aceh misalnya, Snouck Hurgronje tidak merestui dilancarkan kristenisasi. Untuk menghadapi Islam ia cenderung memilih jalan halus, yaitu dengan menyalurkan semangat mereka kearah yang menjauhi agamanya (Islam) melalui asosiasi kebudayaan.” (hal. 24).

Itulah strategi dan taktik penjajah untuk menaklukkan Islam. Kita melihat, strategi dan taktik itu pula yang sekarang masih banyak digunakan untuk ‘menaklukkan’ Islam. Bahkan, jika kita cermati, strategi itu kini semakin canggih dilakukan. Kader-kader Snouck dari kalangan ‘pribumi Muslim’ sudah berjubel. Biasanya, berawal dari perasaan ‘minder’ sebagai Muslim dan silau dengan peradaban Barat, banyak ‘anak didik Snouck’ – langsung atau pun tidak – yang sibuk menyeret Islam ke bawah orbit peradaban Barat. Tentu, sangat ironis, jika ada yang tidak sadar, bahwa yang mereka lakukan adalah merusak Islam, dan pada saat yang sama tetap merasa telah berbuat kebaikan.

Ina Santtika mengatakan...

Ikut Menyimak artikel anda min, klo sempet berkunjung balik ya min, saya blogwolking ..
Aku Tunggu artikel anda berikutnya Ya.. #Pembaca_Setia_Blog_ANDA By: Ina Santtika.


VigRX Plus Obat Pembesar Penis Alami | Alat Besar dan Panjang Penis Permanen | Oil Pembesar Penis Herbal.

Obat Peninggi Tubuh Cepat dan Manjur | Obat Gemuk dan Menambah Berat Tubuh | Obat Pelangsing Badan Penghancur Lemak Seketika .

Cream Penghilang Jerawat dan Pemutih wajah | Obat Pemutih Badan Alami | Cream Pemerah Bibir yang Hitam.

Obat Mandul Penyubur Sperma Pria. | Obat Pembesar Penis Alami | Obat Lemah Syahwat - Kuat Ereksi - Ejakulasi Lama

Perangsang Wanita Cair Penambah Gairah Hubungan intim | Pills Perapat Vagina dan Bikin Vagina keset dan Harum | Alat Seks Kondom Sutra Pria .

Alat Bantu Onani Pria Vagina Center | Jual Mainan Sex Alat Bantu Wanita


Jual Kebutuhan orang dewasa Kesehatan - Kecantikan - Seksualitas www.pusatvigrxplus.com

pusatdewasa mengatakan...

VIMAX PEMBESAR PENIS CANADA

Bikin Penis Besar, Panjang, Kuat, Keras, Dengan Hasil Permanent

isi 30 cpsl Untuk 1Bulan Hanya.500.000;

Promo 3 Botol Hanya.1.000.000;



ANEKA OBAT KUAT EREKSI DAN T.LAMA



PERANGSANG WANITA SPONTAN

( Cair / Tablet / Serbuk / Cream) 5Menit Reaksi Patent.
Sangat Cocok Untuk Wanita Monopouse/ Kurang Gairah.



ANEKA COSMETIK BERKWALITAS TERBAIK

( Pelangsing Badan, Pemutih Muka & Badan, Flek Hitam,
Jerawat Membandel, Gemuk Badan, Cream Payudara,
Obat Mata Min/ Plus, Peninggi Badan, Cream Selulit,
Pemutih Gigi, Pembersih Selangkangan/ Ketiak,
Pemerah Bibir, Penghilang Bekas Luka, Perapet Veggy,



ALAT BANTU SEXSUAL PRIA WANITA DEWASA


klik: www.pusatdewasa.net
087833979288-082221218228 BBM.24CEE3AE Mr.SHOLE

Tampaksiring Journey ( Adventure and Cultural Tourism ) mengatakan...

Unik ceritanya. Bagus ... Pengalaman yang sangat menarik.
Eco cycling bali . And
Bali rice trekking

Putri Kecantikan mengatakan...

PRODUK www.putrikecantikan.com BEST SELLER:

Obat Pembesar Penis Herbal

Obat Kuat Pria

Obat Perangsang Wanita

Obat Penghilang Tato

Obat Peninggi Badan Herbal

Obat Penggemuk Badan Herbal

Obat Pelangsing Badan Herbal

Kecantikan

Pemutih Wajah Dan Tubuh

Alat Bantu Sex Wanita

Alat Bantu Sex Pria

Aneka Kondom Pria

Putri Kecantikan mengatakan...

Cara Memperbesar Alat Vital Alami

Obat Pembesar Penis Herbal Alami VigRX Plus

 

Obat Pembesar Penis Herbal

 

Pembesar Penis Arabian Oil

 

Pembesar Penis Black Mamba Oil Super

Celana Vakoou USA Solusi Membesarkan Penis

 Capsule Pembesar Penis Herbal King Cobra Capsule

 

Minyak Pebesar Alat Vital Alami Cobra Super Oil

Lintah Oil Super Pembesar Penis

Cara Memperbesar Penis Dengan Vakum Penis Tarik Sport

Toko Achong - Hua mengatakan...

MEMBER RESMI VIMAX ORIGINAL
OBAT PEMBESAR PENIS TERBAIK
INFO LENGKAP KLIK DI BAWAH INI


✔ Member Vimax Original


✔ Obat Pembesar Penis


✔ Cara Memperbesar Penis


✔ Tips Menperpanjang Penis


✔ Pembesa Penis Alami


✔ Jual Obat Pembesar Penis


✔ Pembesar Penis Terbaik


✔ Obat Pembesar Penis


✔ Cara Memperbesar Penis


✔ Tips Menperpanjang Penis


✔ Pembesa Penis Alami


✔ Jual Obat Pembesar Penis


✔ Pembesar Penis Terbaik


✔ Jual Obat Pembesar Penis


✔ Pembesar Penis Terbaik


✔ Obat Pembesar Penis Permanen


✔ Obat Pembesar Penis


✔ Obat Pembesar Penis Permanen

LINDA SURYADI mengatakan...

RAJA SAKTI Web Game Terbaru!!
Dengan design classic dan tampilan game table yang soft serta user friendly.!!

BONUS PROMO MEMBER BARU DEPOSIT MINIMAL 50.000 BONUS 20%

Minimal deposit Rp. 10.000
Minimal Withdraw Rp. 25.000
Dengan JACKPOT yang sering "PECAH"
Raih Ratusan Hadiah Jackpot setiap harinya

Games RAJA SAKTI :
Texas Poker, Bandar Ceme, Capsa Susun, Capsa Banting, Remi, Qiu-Qiu

Sistem player versus player 100%, dan bisa menjadi bandar dalam permainan dengan sistem game tercepat dan terbaik.

contact us at :
WA: +855889908908
SMS: +855889908908
Line: CS_RAJA
Wechat: CS_RAJA
BBM: CS_RAJA
Facebook : RAJA SAKTI
Twitter : CSRAJASAKTI
Instagram : CSRAJASAKTI

info lebih lanjut contact ke kami. ditunggu ya bos-bos sekalian.

www.rajasakti.com

Unknown mengatakan...

http://hargavimaxasli.com
http://obatvimaxjakarta.com
http://arul-shop.com

Unknown mengatakan...

obat pembesar penis
cream titan gel
titan gel
cream titan gel di jakarta
titan gel di jakarta
cream titan gel cod di jakarta
cream titan gel di bandung
cream titan gel cod di bandung
titan gel
cream titan gel di surabaya
cream titan gel cod di surabaya
titan gel di surabaya
cream titan gel
titan gel
cream titan gel cod di jakarta
cream titan gel di jakarta
titan gel di jakarta
cream titan gel di bandung
cream titan gel cod di bandung
titan gel di bandung
cream titan gel di surabaya
cream titan gel cod di surabaya
titan gel di surabaya